RABU, 5 NOVEMBER 2014
Merupakan pertemuan ke delapan yang
diisi dengan kelompok 7 untuk berpresentasi. mereka menjelaskan mengenai
perilaku kelompok dan team kerja, pengambilan keputusan dalam organisasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KELOMPOK :
a. Faktor Situasional :
Karakteristik Kelompok
1) Ukuran Kelompok : Kelompok yang
dapat berfungsi secara efektif lebih baik terdiri dari 5 orang saja menurut
Hare, 1952.
2) Jaringan Komunikasi yang efektif
sebaiknya berbentuk roda, rantai. Y, lingkaran, dan bintang.
3) Kohesifitas Kelompok yaitu suatu
kekuatan yang mendorong tiap – tiap anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam
kelompok dan mencegahnya meninggalkan kelompok (Collins & Raven, 1964).
Menurut Mcdavid & Harori (1964), kohesi kelompok diukur dari :
• Ketertarikan satu sama lain secara
interpersonal.
• Ketertarikan anggota pada kegiatan
dan fungsi kelompok.
• Sejauh mana anggota tertarik pada
kelompok sebagai alat pemuas kebutuhan anggotanya.
4) Kepemimpinan yaitu komunikasi
yang secara postif mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok
(Cragan & Wright, 1980)
b. Faktor Personal : Karakteristik
Anggota Kelompok
Menurut (Cragan & Wright) ada
dua dimensi interpersonal, yaitu :
1) Proses Interpersonal antara lain
mencakup; Keterbukaan, percaya dan simpati.
2) Kebutuhan Interpersonal menurut
William C Schultz (FIRO) antara lain mencakup; inklusi, kontrol dan afeksi.
Kelebihan pengambilan keputusan
kelompok
Menurut
Mansoer (1989:69) ada beberapa kelebihan keputusan kelompok dibandingkan dengan
keputusan individual, antara lain:
1. Informasi yang lengkap
lebih mungkin diadakan. Dalam kelompok terhimpun banyak pengalaman dan
pandangan daripada seorang.
2. Banyak alternatif yang
muncul, karena kelompok mempunyai informasi banyak dalam jumlah dan ragamnya
dan dapat mengidentifikasi lebih banyak kemungkinan. Lebih-lebih lagi kelompok
itu terdiri atas berbagai keahlian dan latar belakang pengalaman.
3. Keputusan kelompok lebih
berterima. Hal ini disebabkan karena keputusan kelompok lebih menelaah banyak
pandangan dan pendapat, sehingga keputusannya lebih besar kemungkinan mendapat
persetujuan lebih dari banyak orang.
4. Meningkatkan kesempatan
terlaksananya hak orang banyak. Keputusan kelompok lebih sesuai dengan hak
demokrasi. Mengingat banyak kesempatan oleh manajer untuk mengambil keputusan
sendiri, maka mengambil kebijaksanaan untuk memberi kesempatan kepada orang
lain yang ahli untuk turut mengambil kebagian dalam pengambilan keputusan,
adalah merupakan upya meningkatkan legistimasi orang lain.
Kekurangan
pengambilan keputusan kelompok
Selain
memiliki kelebihan, pengambilan keputusan secara kelompok juga tidak lepas dari
beberapa kelemahan, di antaranya adalah:
1. Memakan waktu.
Keputusan kelompok diperoleh dari hasil diskusi yang panjang, banyak waktu
dipakai untuk rapat-rapat, sedangkan pengambilan keputusan sendiri oleh manajer
bisa diambil dalam waktu singkat, tepat pada saat masalahnya timbul.
2. Dominasi minoritas.
Tidak mungkin dalam satu kelompokterwakili semua kepentingan dalam organissi
dan seringkali hanya terdiri atas segelintir orang saja. Kesempatan ini oleh
para anggota kelompok sering digunakan untuk memenangkan kepentingan
orang-orangtertentu dalam organisasinya yang sengaja atau tidak sengaja
diwakilinya. Ada kecenderungan dia mendominasi kepentingan orang terbanyak.
3. Tekanan untuk
menyesuaikan. Dalam kelompok ada saja golongan yang mempunyai pengaruh dan
menekan kelompok untuk menyesuaikan diri dengan kehendaknya.
4. Tanggungjawab tersamar.
Pada keputusan individual jelas siapa yang bertanggungjawab, tapi pada
keputusan kelompok dari mereka (para anggota) tidak bisa dimintai
pertanggungjawaban perorangan. Tanggung jawab perorangan luluh dalam
tanggungjawab bersama.
HUBUNGAN KELOMPOK DENGAN TEAM KERJA
Team work atau kerja sama tim
merupakan bentuk kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta
berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk
mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Harusdisadari bahwa team work merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadiuntuk
mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan
tujuanketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi yang paling populer di tim.
PERLU ATAU TIDAKNYA TEAM WORK
DALAM KEGIATAN AKUNTAN
- Fungsi dan tugas manajemen keuangan adalah salah satu kepentingan di dalam manajemen yang merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan pemanfaatan sumber daya keuangan dalam kegiatan entitas secara efisien dan efektif, dalam kerjasama secara terpadu dengan fungsi-fungsi lainnya seperti riset dan penelitian, produksi, pemasaran dan sumberdaya manusia.
- Untuk dapat menjalankan fungsi dan tugasnya manajemen keuangan memerlukan dukungan akuntansi yang melakukan “pencatatan, penggolongan dan peringkasan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan petunjuk yang atau dinyatakan dalam uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul daripadanya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar