Senin, 17 November 2014

Summary 8 "Perilaku Kelompok dan Team Kerja, Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi"


RABU, 5 NOVEMBER 2014
Merupakan pertemuan ke delapan yang diisi dengan kelompok 7 untuk berpresentasi. mereka menjelaskan mengenai perilaku kelompok dan team kerja, pengambilan keputusan dalam organisasi.
                     
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELOMPOK :
a. Faktor Situasional : Karakteristik Kelompok
1) Ukuran Kelompok : Kelompok yang dapat berfungsi secara efektif lebih baik terdiri dari 5 orang saja menurut Hare, 1952.
2) Jaringan Komunikasi yang efektif sebaiknya berbentuk roda, rantai. Y, lingkaran, dan bintang.
3) Kohesifitas Kelompok yaitu suatu kekuatan yang mendorong tiap – tiap anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam kelompok dan mencegahnya meninggalkan kelompok (Collins & Raven, 1964). Menurut Mcdavid & Harori (1964), kohesi kelompok diukur dari :
• Ketertarikan satu sama lain secara interpersonal.
• Ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok.
• Sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat pemuas kebutuhan anggotanya.
4) Kepemimpinan yaitu komunikasi yang secara postif mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok (Cragan & Wright, 1980)
                                                                                                        
b. Faktor Personal : Karakteristik Anggota Kelompok
Menurut (Cragan & Wright) ada dua dimensi interpersonal, yaitu :
1) Proses Interpersonal antara lain mencakup; Keterbukaan, percaya dan simpati.
2) Kebutuhan Interpersonal menurut William C Schultz (FIRO) antara lain mencakup; inklusi, kontrol dan afeksi.
  
Kelebihan pengambilan keputusan kelompok
Menurut Mansoer (1989:69) ada beberapa kelebihan keputusan kelompok dibandingkan dengan keputusan individual, antara lain:
1.  Informasi yang lengkap lebih mungkin diadakan. Dalam kelompok terhimpun banyak pengalaman dan pandangan daripada seorang.
2.  Banyak alternatif yang muncul, karena kelompok mempunyai informasi banyak dalam jumlah dan ragamnya dan dapat mengidentifikasi lebih banyak kemungkinan. Lebih-lebih lagi kelompok itu terdiri atas berbagai keahlian dan latar belakang pengalaman.
3.  Keputusan kelompok lebih berterima. Hal ini disebabkan karena keputusan kelompok lebih menelaah banyak pandangan dan pendapat, sehingga keputusannya lebih besar kemungkinan mendapat persetujuan lebih dari banyak orang.
4.  Meningkatkan kesempatan terlaksananya hak orang banyak. Keputusan kelompok lebih sesuai dengan hak demokrasi. Mengingat banyak kesempatan oleh manajer untuk mengambil keputusan sendiri, maka mengambil kebijaksanaan untuk memberi kesempatan kepada orang lain yang ahli untuk turut mengambil kebagian dalam pengambilan keputusan, adalah merupakan upya meningkatkan legistimasi orang lain. 
Kekurangan pengambilan keputusan kelompok
Selain memiliki kelebihan, pengambilan keputusan secara kelompok juga tidak lepas dari beberapa kelemahan, di antaranya adalah:
1.  Memakan waktu. Keputusan kelompok diperoleh dari hasil diskusi yang panjang, banyak waktu dipakai untuk rapat-rapat, sedangkan pengambilan keputusan sendiri oleh manajer bisa diambil dalam waktu singkat, tepat pada saat masalahnya timbul.
2.  Dominasi minoritas. Tidak mungkin dalam satu kelompokterwakili semua kepentingan dalam organissi dan seringkali hanya terdiri atas segelintir orang saja. Kesempatan ini oleh para anggota kelompok sering digunakan untuk memenangkan kepentingan orang-orangtertentu dalam organisasinya yang sengaja atau tidak sengaja diwakilinya. Ada kecenderungan dia mendominasi kepentingan orang terbanyak.
3.  Tekanan untuk menyesuaikan. Dalam kelompok ada saja golongan yang mempunyai pengaruh dan menekan kelompok untuk menyesuaikan diri dengan kehendaknya.
4.  Tanggungjawab tersamar. Pada keputusan individual jelas siapa yang bertanggungjawab, tapi pada keputusan kelompok dari mereka (para anggota) tidak bisa dimintai pertanggungjawaban perorangan. Tanggung jawab perorangan luluh dalam tanggungjawab bersama.

HUBUNGAN KELOMPOK DENGAN TEAM KERJA
Team work  atau kerja sama tim merupakan bentuk kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Harusdisadari bahwa team work merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadiuntuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuanketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi yang paling populer di tim.

 PERLU ATAU TIDAKNYA TEAM WORK DALAM KEGIATAN AKUNTAN
  • Fungsi dan tugas manajemen keuangan adalah salah satu kepentingan di dalam manajemen yang merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan pemanfaatan sumber daya keuangan dalam kegiatan entitas secara efisien dan efektif, dalam kerjasama secara terpadu dengan fungsi-fungsi lainnya seperti riset dan penelitian, produksi, pemasaran dan sumberdaya manusia.
  • Untuk dapat menjalankan fungsi dan tugasnya manajemen keuangan memerlukan dukungan akuntansi yang melakukan “pencatatan, penggolongan dan peringkasan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan petunjuk yang atau dinyatakan dalam uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul daripadanya”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar