Misskomunikasi adalah saat kita sedang berbicara dengan seorang teman
tentang suatu topik, tapi ternyata teman kita memberi respon tentang topik yang
lain yang akhirnya malah membuat kita bingung sendiri apa sebenarnya yang
sedang kita bicarakan.
Contoh kasus misskomunikasi.
1. Seorang anak remaja yang telah mengikuti bimbingan belajar dikarnakan
sebentar lagi akan mengikuti ujian nasional, banyak tugas-tugas guru yang harus
dikerjakan secara kelompok. Dikarnakan dengan adanya bimbingan belajar tersebut
dan tugas-tugas mulai menumpuk, anak remaja ini mulai pulang larut malam, dan
tidak sempat berbicara kepada orang tuanya. Ketika beberapa hari kemudian orang
tuanya mulai merasa curiga dan memarahi anak remaja tersebut. Anak remaja
tersebut sudah berbicara secara jujur tetap saja orang tuanya pun tidak percaya
dan terus memarahinya. Sampai akhirnya orang tua anak remaja tersebut datang
kesekolah untuk menanyakan hal yang sebenarnya kepada wali kelas. Ternyata
benar saja apa yang diceritakan oleh anaknya tersebut.
2. Suatu ketika seorang lelaki yang sudah seminggu tidak sempat memberikan
kabar kepada perempuannya (dikarnakan tugas pekerjaan yang menghabiskan waktu
hingga larut malam). Sang perempuan selalu bertanya-tanya hingga tidak percaya
lagi dengan alasan yang diberikan sang lelaki dengan cara memarahinya. Sang
lelaki sudah pusing dengan pekerjaan ditambah permasalahan seperti ini menjadi
sang lelaki ikut emosi dan terjadilah suatu konflik.
3. Tawuran antar pelajar sekolah biasanya diawali dengan seorang
pelajar sekolah yang tengah bercanda dengan dengan anak sekolah lain, tetapi candaannya
tersebut ditangkap dengan maksud lain oleh anak sekolah lain itu. Sehingga,
dengan “salah tangkap maksud” tersebut dapat terjadi sebuah adu mulut, yang
diakhiri dengan tawuran.
Dari 3 contoh kasus diatas disebabkan karna terjadinya miss komunikasi
antara kita dan teman yang kita ajak bicara. Untuk itu penyampaian yang jelas
mengenai suatu pembicaraan sangat diperlukan dalam penyampaian informasi agar
dapat sampai ketujuan dengan efisien guna mendapat tanggapan yang tepat.
Untuk mencegah terjadinya miss komunikasi kita harus pandai menggunakan
bahasa yang kiranya dapat dimengerti oleh penerima informasi. Serta penyampaian
informasi juga harus jelas agar tidak membingungkan si penerima informasi.
Jadi, jangan sampai salah satu pihak dalam suatu perbincangan (komunikasi)
ada yang “salah tangkap” maksud dari pihak yang lain. Tetapi, jika sudah
terlanjur terjadi suatu miss komunikasi tersebut, ada baiknya ditelaah lagi
secara baik-baik sehingga suatu masalah yang tadinya akan berbuah menjadi
konflik, dapat di netralisir dan kembali ke komunikasi yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar