Selasa, 14 Oktober 2014

Contoh Kasus Dan Penyebab Misskomunikasi

Misskomunikasi adalah saat kita sedang berbicara dengan seorang teman tentang suatu topik, tapi ternyata teman kita memberi respon tentang topik yang lain yang akhirnya malah membuat kita bingung sendiri apa sebenarnya yang sedang kita bicarakan.

Contoh kasus misskomunikasi.
1. Seorang anak remaja yang telah mengikuti bimbingan belajar dikarnakan sebentar lagi akan mengikuti ujian nasional, banyak tugas-tugas guru yang harus dikerjakan secara kelompok. Dikarnakan dengan adanya bimbingan belajar tersebut dan tugas-tugas mulai menumpuk, anak remaja ini mulai pulang larut malam, dan tidak sempat berbicara kepada orang tuanya. Ketika beberapa hari kemudian orang tuanya mulai merasa curiga dan memarahi anak remaja tersebut. Anak remaja tersebut sudah berbicara secara jujur tetap saja orang tuanya pun tidak percaya dan terus memarahinya. Sampai akhirnya orang tua anak remaja tersebut datang kesekolah untuk menanyakan hal yang sebenarnya kepada wali kelas. Ternyata benar saja apa yang diceritakan oleh anaknya tersebut.

2. Suatu ketika seorang lelaki yang sudah seminggu tidak sempat memberikan kabar kepada perempuannya (dikarnakan tugas pekerjaan yang menghabiskan waktu hingga larut malam). Sang perempuan selalu bertanya-tanya hingga tidak percaya lagi dengan alasan yang diberikan sang lelaki dengan cara memarahinya. Sang lelaki sudah pusing dengan pekerjaan ditambah permasalahan seperti ini menjadi sang lelaki ikut emosi dan terjadilah suatu konflik.

3. Tawuran antar pelajar sekolah biasanya diawali dengan seorang pelajar sekolah yang tengah bercanda dengan dengan anak sekolah lain, tetapi candaannya tersebut ditangkap dengan maksud lain oleh anak sekolah lain itu. Sehingga, dengan “salah tangkap maksud” tersebut dapat terjadi sebuah adu mulut, yang diakhiri dengan tawuran.

Dari 3 contoh kasus diatas disebabkan karna terjadinya miss komunikasi antara kita dan teman yang kita ajak bicara. Untuk itu penyampaian yang jelas mengenai suatu pembicaraan sangat diperlukan dalam penyampaian informasi agar dapat sampai ketujuan dengan efisien guna mendapat tanggapan yang tepat.
Untuk mencegah terjadinya miss komunikasi kita harus pandai menggunakan bahasa yang kiranya dapat dimengerti oleh penerima informasi. Serta penyampaian informasi juga harus jelas agar tidak membingungkan si penerima informasi.

Jadi, jangan sampai salah satu pihak dalam suatu perbincangan (komunikasi) ada yang “salah tangkap” maksud dari pihak yang lain. Tetapi, jika sudah terlanjur terjadi suatu miss komunikasi tersebut, ada baiknya ditelaah lagi secara baik-baik sehingga suatu masalah yang tadinya akan berbuah menjadi konflik, dapat di netralisir dan kembali ke komunikasi yang benar.

Summary 7 "Komunikasi Dalam Organisasi"

SELASA, 14 OKTOBER 2014
Pada hari dan tanggal ini pula kelompok enam akan menjelaskan mengenai komunikasi dalam organisasi.

KOMUNIKASI adalah  suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok , organisasi, dan masyarakat  menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.

Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Jadi, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Komunikasi dapat diartikan sebagai proses pemindahan dalam gagasan atau informasi seseorangke orang lain. Selain dikatakan sebagai proses pemindahan gagasan seseorang dari orang laindalam bentuk kata-kata tetapi juga dalam bentuk ekspresi wajah intonasi dan sebagainya.Komunikasi dapat menghubungkan antara bagian yang berbeda atau disebut rantai pertukaraninformasi. Hal ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  • sebagai kegiatan seseorang untuk mengerti.
  • sebagai sarana pengendalian informasi.
  • sebagai sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu.
Membangun komunikasi yang efektif
  1. Berikan kesan bahwa anda antusias berbicara dengan mereka.
  2. Ajukan pertanyaan tentang minat mereka.
  3. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka.
  4. Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda kagumi tentang mereka dan mengapa.
  5. Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakana.
  6. Beri mereka kontak mata yang lama.
  7. Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin.
  8. Berikan kesan bahwa anda berdua berada di tim yang sama.
  9. Berikan mereka senyuman terbaik anda.
  10. Menawarkan saran yang bermanfaat.
  11. Beri mereka motivasi.
  12. Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang lain.
  13. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka.
  14. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju.
HAMBATAN KOMUNIKASI
  • Mendengar: Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
  • Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui
  • Menilai sumber : Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
  • Persepsi yang berbeda : Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
  • Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda :  Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
  • Sinyal nonverbal yang tidak konsisten :  Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
  • Pengaruh emosi :  Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
  • Gangguan :  Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi
1.  Membuat suatu pesan secara berhati-hati, tentukan maksud dan tujuan komunikasi serta komunikan yang akan dituju.
2. Meminimalkan gangguan dalam proses komunikasi, komunikator harus berusahadapat membuat komunikan lebih mudah memusatkan perhatian pada pesan yang disampaikan sehingga penyampaian pesan dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti.
3. Mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan, Cara dan waktu penyampaian dalam komunikasi harus direncanakan dengan baik agar mengahasilkan umpan balik dari komunikan sesuai harapan.

Summary 6 "Nilai, Sikap, Kepribadian dan Keragaman Angkatan Kerja"


Haloo blog! pada postingan sebelumnya kita telah membahas mengenai MOTIVASI. Masih ingat kan?? Nah bahwa ada beberapa teori mengenai motivasi. Salah satunya Teori Hirarki Kebutuhan Maslow Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri). ngomong-ngomong mengenai motivasi, untuk memotivasi diri saya sendiri, saya lebih condong masuk dalam salah satu teori. yaitu teori hirarki kebutuhan maslow. Mengapa? ya karna didalam keluarga saya mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dari kedua orang tua saya, merasa aman, dan terkadang saya juga akan mendapatkan penghargaan yang tak terduga dari keluarga saya. Oleh karna itu kedua orang tua saya lah yang menjadi motivasi saya. berada didalam teori hirarki kebutuhan maslow.

kembali lagi pada judul blog saya kali ini, bahwa postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai "nilai, sikap, kepribadian dan angkatan kerja". pada  SELASA, 14 OKTOBER 2014, merupakan pertemuan keenam pada mata kuliah perilaku keorganisasian. pada pertemuan keenam ini kelompok lima lah yang akan menjelaskan mengenai judul diatas.

DEFINISI NILAI DAN SIKAP
Nilai atau dalam bahasa Inggris disebut value berarti harga, penghargaan, atau tafsiran. Artinya, harga atau penghargaan yang melekat pada sebuah objek. Objek yang dimaksud adalah berbentuk benda, barang, keadaan, perbuatan, atau perilaku.

Nilai adalah sesuatu yang abstrak, bukan konkret. Nilai hanya bisa dipikirkan, dipahami, dan dihayati. Nilai juga berkaitan dengan cita-cita, harapan, keyakinan, dan hal-hal yang bersifat batiniah. Menilai berati menimbang, yaitu kegiatan manusia yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengambil suatu keputusan.
Sikap (attitude) adalah cara menempatkanatau membawa diri, atau cara merasakan, jalan pikiran, dan perilaku. sikap juga merupakan pernyataan evaluatif terhadap objek, orang, dan peristiwa.
DEFINISI KERAGAMAN ANGKATAN KERJA
keanekaragaman tenaga kerja (workforce diversity) merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan tenaga kerja secara demografis terutama yang berkaitan dengan umur, jenis kelamin, ras, asal negara, dan karakteristik fisik. Semakin meningkatnya keanekaragaman tenaga kerja membuat semua organisasi harus menyadari arti penting praktik pemberian kerja yang adil.

DIMENSI DARI POKOK KERAGAMAN
  •  Dimensi primer: elemen pokok sebagai mana orang-orang membentuk citra diri dan pandangannya terhadap dunia. Meliputi: umur, ras, etnisitas, gender, kemampuan mental dan fisik, serta orientasi seksual.
  •  Dimensi sekunder: elemen yg dapat didapatkan atau berubah dalam waktu hidup seseorang. Memiliki pengaruh yg lebih sedikit, tetapi memengaruhi definisi diri seseorang dan pandangannya terhadap dunia serta memiliki pengaruh dalam bagaimana orang tersebut dipandang oleh orang lain.
 Aspek-aspek lain yang terdapat dalam kepuasan kerja :
  •  Kerja yang secara mental menantang, Kebanyakan Karyawan menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai betapa baik mereka mengerjakan.
  •  Ganjaran yang pantas, Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan sebagai adil,dan segaris dengan pengharapan mereka.
  •  Kondisi kerja yang mendukung,Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas.
  •  Rekan kerja yang mendukung, Orang-orang mendapatkan lebih daripada sekedar uang atau prestasi yang berwujud dari dalam kerja.
  •  Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan, Pada hakikatnya orang yang tipe kepribadiannya kongruen (sama dan sebangun) dengan pekerjaan yang mereka pilih seharusnya mendapatkan bahwa mereka mempunyai bakat dan kemampuan yang tepat untuk memenuhi tuntutan dari pekerjaan mereka.
 Faktor Penyebab Stres Kerja 
 Menurut (Robbin, 2003, pp. 794-798) penyebab stres itu ada 3 faktor yaitu:
  • Faktor Lingkungan : Perubahan situasi bisnis yang menciptakan ketidakpastian ekonomi, Ketidakpastian politik, Kemajuan teknologi, dan Terorisme.
  • Faktor Organisasi : Tekanan untuk menghindari kekeliruan atau menyelesaikan tugas dalam kurun waktu terbatas, beban kerja berlebihan, bos yang menuntut dan tidak peka, serta rekan kerja yang tidak menyenangkan.
  • Faktor Individu : mencakup kehidupan pribadi karyawan terutama faktor-faktor persoalan keluarga, masalah ekonomi pribadi dan karakteristik kepribadian bawaan.
Dampak Stres Meliputi 3 aspek:
1. Physiological memiliki indikator yaitu: terdapat perubahan pada metabolisme tubuh, meningkatnya kecepatan detak jantung dan napas, meningkatnya tekanan darah, timbulnya sakit kepala dan menyebabkan serangan jantung.
2. Psychological memiliki indikator yaitu: terdapat ketidakpuasan hubungan kerja, tegang, gelisah, cemas, mudah marah, kebosanan dan sering menunda pekerjaan.
3. Behavior memiliki indikator yaitu: terdapat perubahan pada produktivitas, ketidakhadiran dalam jadwal kerja, perubahan pada selera makan, meningkatnya konsumsi rokok dan alkohol, berbicara dengan intonasi cepat, mudah gelisah dan susah tidur.