Merupakan pertemuan kesebelas pada pertemuan perilaku
keorganisasian. disini kelompok sepuluh lah yang akan mengisi pertemuan kali
ini dengan menjelaskan mengenai struktur organisasi dan pengelolaan sumber daya
manusia.
Definisi stuktur organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara
tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam
menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi
menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan
yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur
organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada
siapa.
Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu :
1.Adanya spesialisasi kegiatan kerja
2.Adanya standardisasi kegiatan kerja
3. Adanya koordinasi kegiatan kerja
4. Besaran seluruh organisasi.
2.Adanya standardisasi kegiatan kerja
3. Adanya koordinasi kegiatan kerja
4. Besaran seluruh organisasi.
Faktor yang mempengaruhi struktur organisasi
- Strategi Organisasi
Strategi organisasi dibuat sebagai upaya pencapaian tujuan
organisasi. Oleh karena itu, jika struktur organisasi dibentuk sebagai jalan
untuk pencapaian tujuan maka struktur organisasi pun selayaknya sejalan dengan
strategi organisasi. Maka, jika terjadi perubahan pada strategi organisasi akan
berdampak pula pada perubahan struktur organisasi.
- Skala Organisasi
Organisasi dapat dibedakan skalanya menurut berbagai faktor diantaranya adalah
dari jumlah penjualan, pangsa pasar hingga jumlah tenaga kerja. Organisasi yang
berskala besar artinya organisasi tersebut barangkali memiliki berbagai cabang
diberbagai daerah dikarenakan pangsa pasarnya yang luas, dengan demikian
memiliki tenaga kerja yang juga tidak sedikit. Tapi walaupun tanpa cabang,
organisasi dapat dikatakan berskala besar jika tenaga kerja yang ada berjumlah
ribuan seperti pabrik-pabrik garmen penghasil produk-produk konveksi.
Organisasi yang berskala besar karena ruang lingkup aktivitasnya yang luas maka
memerlukan pendelegasian wewenang dan pekerjaan sehingga dalam mendesain
struktur organisasinya pun perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait
dengan aktifitas yang luas tersebut. Sedangkan organisasi berskala kecil
biasanya memiliki jumlah tenaga kerja yang sedikit karena pangsa pasar yang
mungkin masih sedikit, jumlah penjualan atau produksi yang juga sedikit.
Organisasi yang berskala kecil biasanya memiliki struktur organisasi yang lebih
sederhana dan tidak terlalu banyak terjadi pendelegasian wewenang dan pekerjaan.
- Teknologi
Faktor teknologi yang dimaksudkan disini adalah terkait dengan cara bagaimana
suatu pekerjaan dilakukan. Selain itu juga, faktor teknologi terkait dengan
penggunaan alat-alat bantu dalam sebuah organisasi.
- Lingkungan
Lingkungan yang dinamis menuntut organisasi juga untuk menyesuaikan diri secara
dinamis. Proses penyesuaian yang dilakukan oleh organisasi juga termasuk dalam
penentuan struktur organisasinya. Lingkungan yang dinamis akan mendorong
organisasi untuk selalu menyesuaikan struktur organisasi dengan tuntutan
lingkungan yang senantiasa berubah. Sebaliknya, lingkungan yang cenderung
statis tidak akan terlalu banyak mengubah struktur organisasi.
Fungsi stuktur organisasi
Fungsi struktur organisasi yaitu :
Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
1. Kejelasan Kedudukan
2. Kejelasan Uraian Tugas
3. Kejelasan Jalur Hubungan
Pola dasar struktur organisasi sebaiknya tersusun relative
permanen, artinya tidak perlu selamanya mengalami perubahan. Dalam aktivitas
yang dilakukan harus ada jaminan fleksibilitas, artinya aktivitas itu
senantiasa dapat diperluas jangkauannya, namun pola dasar struktur organisasi
tidak perlu mengalami perubahan. Yang perlu mendapat perhatian dalam mengisi
struktur organisasi adalah manusia yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan
jenis tugas dalam bagian-bagian tugas atau pekerjaan pada struktur tersebut.
Penggolongan aktivitas dalam struktur dapat kita bagi menjadi empat unsur :
a)unsur pimpinan
b)unsur pembantu pimpinan
c)unsur pelakasana tugas pokok
d)unsur pelaksana tugas-tugas fungsional
a)unsur pimpinan
b)unsur pembantu pimpinan
c)unsur pelakasana tugas pokok
d)unsur pelaksana tugas-tugas fungsional
Bentuk-bentuk organisasi
1. Organisasi garis
Organisasi garis diciptakan oleh Henry Fayol . Ciri-ciri organisasi garis, sebagai berikut :
Organisasi garis diciptakan oleh Henry Fayol . Ciri-ciri organisasi garis, sebagai berikut :
- Jumlah karyawan sedikit
- Pimpinan dengan karyawan saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja
- Masing-masing kepala unit mempunyai wewenag dan tanggung jawab penuh atassegala bidang pekerjaannya
- Pucuk pimpinan biasanya pemilik perusahaan
- Pucuk pimpinan dipandang sebagai sumber kekuasaan tunggal
- Tingkat spesialisasi belum terlalu tinggi
- Organisasinya kecil.
2. Organisasi garis dan staf
Organisasi garis dan staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi ini mencakup kelompok-kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi, yaitu :
a. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang digambarkan dengan garis atau lini.
b. Ornag yang mengerjakan tugas berdasarkan keahlian.
Organisasi garis dan staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi ini mencakup kelompok-kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi, yaitu :
a. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang digambarkan dengan garis atau lini.
b. Ornag yang mengerjakan tugas berdasarkan keahlian.
Ciri-cirinya :
1. Organisasinya besar dan bersifat kompleks
2. Jumlah karyawan banyak
3. Hubungan antara atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
4. Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling mengenal
5. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal.
6. Kesatuan perintah tetap diperintahkan
7. Ada wewenang lini dan wewenang staf
1. Organisasinya besar dan bersifat kompleks
2. Jumlah karyawan banyak
3. Hubungan antara atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
4. Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling mengenal
5. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal.
6. Kesatuan perintah tetap diperintahkan
7. Ada wewenang lini dan wewenang staf
3. Organisasi Fungsional
Organsasi fungsional adalah organisasi yang mendasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya.
Organsasi fungsional adalah organisasi yang mendasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya.
Ciri-ciri organisasi fungsional :
1. Setiap pimpinan dapat memberikan perintah kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungan dengan fungsi atasan tersebut.
2. Tanggung jawab pelaksanaan kepada lebih dari satu pimpinan
3. Pembagian tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
4. Spesialisasi para karyawan dapat dikembangkan dan digunakan secara optimal
5. Bawahan akan menerima perintah dari berapa orang atasan
6. Koordinasi antara karyawan yang menjalankan fungsi yang sama mudah, karena masing-masing sudah mempunyai pengertian yang dalam mengenai bidangnya.
1. Setiap pimpinan dapat memberikan perintah kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungan dengan fungsi atasan tersebut.
2. Tanggung jawab pelaksanaan kepada lebih dari satu pimpinan
3. Pembagian tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
4. Spesialisasi para karyawan dapat dikembangkan dan digunakan secara optimal
5. Bawahan akan menerima perintah dari berapa orang atasan
6. Koordinasi antara karyawan yang menjalankan fungsi yang sama mudah, karena masing-masing sudah mempunyai pengertian yang dalam mengenai bidangnya.
4. Organisasi komite/panitia
Organisasi komite adalah bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite/dewan/board dengan pluralistic maajemen.
Organisasi komite adalah bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite/dewan/board dengan pluralistic maajemen.
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah
pemafaatan para individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. (Mondy 2008)
Tujuan manajemen sumber daya manusia adalah
meningkatkan kontribusi produktif para karyawan bagi organisasi secara
stratejik, etis, dan bertanggung jawab sosial. (Werther & Davis 1996)
SDM adalah aset yang harus dikelola secara cermat dan
sejalan dengan kebutuhan organisasi. (Schuler & Jackson 2006)
Tujuan manajemen sumber daya manusia
- Tujuan organisasional
Memastikan bahwa MSDM berkontribusi pada efektivitas
organisasional. Departemen SDM membantu para manajer untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi. Dalam hal ini para manajer tetap bertanggung jawab
penuh atas para bawahannya, departemen SDM hanya memberikan dukungan dalam hal-hal
yang terkait dengan pengelolaan SDM.
- Tujuan fungsional
Menjaga kontribusi departemen SDM dalam tingkat yang layak
bagi kebutuhan-kebutuhan organisasi. Sumber-sumber daya akan terbuang percuma
jika MSDM tidak direncanakan secara optimal sesuai kebutuhan organisasi.
- Tujuan kemasyarakatan
Bersikap etis dan bertanggung jawab sosial terhadap
kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat sembari meminimalkan
dampak negatif tuntutan-tuntutan tersebut bagi organisasi.
- Tujuan personal
Membantu para karyawan mencapai tujuan-tujuan pribadi mereka
sejauh tujuan-tujuan mendorong kontribusi individual bagi organisasi. Tujuan
personal para karyawan akan tercapai jika para karyawan dipelihara,
dipertahankan, dan dimotivasi. Jika tidak demikian, kinerja dan kepuasan
karyawan akan menurun dan karyawan bisa meninggalkan organisasi.
Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia
Persiapan dan Seleksi
*
Analisis dan Desain Jabatan
*
Perencanaan SDM
*
Rekrutmen
*
Seleksi
Pengembangan dan Evaluasi
*
Orientasi, Penempatan, dan PHK
*
Pelatihan dan Pengembangan
*
Perencanaan Karir
*
Penilaian Kinerja
Kompensasi dan Proteksi
*
Upah/Gaji, Insentif, Tunjangan, dan Layanan
*
Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan
Hubungan Kekaryawanan dan Audit
*
Hubungan Kekaryawanan
*
Hubungan Serikat Pekerja-Manajemen
*
Audit MSDM
*
Penyediaan Staf (Staffing)
*
Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human
Resource Development/HRD)
*
Kompensasi
*
Keselamatan dan Kesehatan
*
Hubungan Kekaryawanan dan Perburuhan
Kesalingtergantungan Fungsi – fungsi Manajemen Sumber
Daya Manusia
Seluruh bidang fungsional MSDM saling terhubung erat.
Keputusan-keputusan di satu bidang akan memengaruhi bidang-bidang lainnya.
Beberapa contoh:
*
Merekrut calon-calon berkualitas terbaik hanya
akan membuang waktu, tenaga, dan uang, jika kompensasi yang diberikan tidak
bisa memotivasi karyawan.
*
Sistem kompensasi yang baik tidak akan efektif
tanpa ditunjang lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi para karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar